Bobblehead Bunny -->

Senin, 07 April 2014

Halo ini kami



dimulai dari pojok kiri yaa, namanya Alfi, lalu Anggita, sebelahnya Amalia dan yang terakhir Raissa

Tentang Kami

Assalamualaikum wr. wb
Perkenalkan kami siswa dari SMA N 1 Ungaran yang menempati kelas X MIPA 3. Dalam blog ini, kami akan membagi ilmu tentang Mitigasi dan Adaptasi Bencana. Pertama-tama perkenalkan, kelompok kami terdiri dari 4 anggota, yaitu:
1. Alfiyatul Laeli (04)
2. Amalia Safitri (05)
3. Anggita Putri H (06)
4. Raissa Dika (34)


Selamat membaca ^_^


Kamis, 03 April 2014

Pembelajaran


Mitigasi dan Adaptasi Bencana Gempa Bumi




Gempa Bumi adalah pergerakan (bergesernya) lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi. Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Beberapa gempa bumi lain juga dapat disebabkan karena pergerakan magma di dalam gunung berapi yang dapat menyebabkan meletusnya gunung berapi.
Gempa sering diikuti oleh gejala lain berupa tanah longsor, keretakan tanah, dan terjadi tsunami. Bencana ini juga termasuk dalam golongan bencana alam, yaitu bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan karena alam. Sehingga dapat mengakibatkan timbulnya korban jiwa termasuk manusia, kerusakan lingkungan, bahkan kerugian harta benda.

*      Tektonisme
Keragaman muka bumi yang diakibatkan oleh gerakan dari kerak bumi, baik yang mendatar atau tegak. Gerakan tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk yang menghasilkan pola (pelengkunga, pelipatan, patahan, dan retakan).
*      Vulkanisme
Proses keluarnya magma ke permukaan bumi dari gunung berapi yang masih aktif, yang umumnya melalui retakan batuan, patahan, dan pipa kepundan pada gunung api. Apabila magma yang brusah keluar tidak mencapai permukaan bumi, proses ini disebut intrusi magma. Jika magma tersebut berhasil keluar maka disebut ekstrusi magma. Sedangkan magma yang keluar ke permukaan bumi disebut lava.

*      Seisme
Adanya tumpukan energi yang begitu besar di daerah penujaman, energi tersebut akan mampumenggoyangkan dan menggetakan lempeng benua dan samudera di sekitarnya.
*      Klasifikasi Gempa
o   Menurut proses terjadinya:
1.       Gempa Tektonik: terjadi akibat tumbukan lempeng-lempeng di litosfer kulit bumi oleh tenaga tektonik menghasilkan getaran yang merambat sampai ke permukaan bumi.
2.        Gempa vulkanik: terjadi akibat aktivitas gunung api yang hanya dapat dirasakan di daerah sekitar gunungg api itu saja.
3.        Gempa runtuhan atau longsoran: terjadi akibat daerah kosong di bawah lahan mengalami runtuhyang dapat dirasakan di sekitar daerah yang runtuh.
o   Menurut bentuk episentrumnya:
1.       Gempa Sentral: memiliki episentrum berbentuk titik.
2.       Gempa linear: memiliki episentrum berbentuk garis.
o   Menurut kedalaman hiposentrumnya:
1.       Gempa bumi dalam: hiposenter memiliki kedalaman >300 km di bawah permukaan bumi.
2.       Gempa bumi menengah: hiposenter memiliki kedalaman antara 60-300 km di bawah permukaan bumi.
3.       Gempa bumi dangkal: hiposenter memiliki kedalaman <60 km.
o   Menurut jaraknya:
1.       Gempa sangat jauh: jarak episentrum >10.000 km.
2.       Gempa jauh: jarak episentrum ±10.000 km.
3.       Gempa lokal: jarak episentrum <10.000 km.
o   Menurut lokasinya:
1.       Gempa daratan: episentrumnya di daratan.
2.       Gempa lautan: episentrumnya di dasar laut yang dapat menimbulkan tsunami.
*      Pengukuran Gempa Bumi
Getaran gempa dari hiposentrum merambat dan menyebar ke segala arah. Getaran itu berupa gelombang primer dan gelombang sekunder. Dari episentrum, juga terjadi rambatan getaran di permukaan bumi dalam bentuk gelombang panjang. Jadi, gelombang gempa dapat dibedakan atas:
o   Gelombang primer (P): merupakan gelombang longitudinal yang merambat di permukaan bumi dengan kecepatan 4-7 km per detik.
o   Gelombang sekunder (S): berupa gelombang transversal yang merambat di permukaan bumi dengan kecepatan 2-6 km per detik
o   Gelombang panjang (L): merupakan gelombang permukaan dengan kecepatan lebih lambat. 
*      Kekuatan Gempa
Kekuatan gempa (magnitude) diukur berdasrakan tingkat kerusakan yang dihasilkannya, ada beberapa skala yang digunakan unutk mengukur gempa, antara lain Skala Omari, Skala Richter, Skala Cancani, dan Skala Mercalli.
*      Parameter Gempa Bumi
    • Waktu terjadinya gempabumi (Origin Time - OT)
    • Lokasi pusat gempabumi (Episenter)
    • Kedalaman pusat gempabumi (Depth)
    • Kekuatan Gempabumi (Magnitudo)
*      Karakteristik Gempa Bumi
    • Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat
    • Lokasi kejadian tertentu
    • Akibatnya dapat menimbulkan bencana
    • Berpotensi terulang lagi
    • Belum dapat diprediksi
    • Tidak dapat dicegah, tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi
Menurut skala Richter kekuatan gempa bumi dpat dilihat sebagai berikut :

 •) > 3,5 Umumnya tidak terasa, tetapi terekam.
•) 3,5-5,4 Seringkali terasa, tetapi jarang mengakibatkan kerusakan.
•) < 6,0 Dapat menyebabkan kerusakan besar pada bangunan yang kurang kuat dan meliputi daerah yang kecil.
•) 6.1-6.9 Dapat menimbulkan kerusakan pada fisik dan menimbulkan korban jiwa manusia pada radius sampai 100 kilometer.
•) 7.0-7.9 Pada skala ini termasuk gempa bumi besar. Dapat menyebabkan kerusakan serius pada daerah yang lebih luas.
•) > 8 Gempa bumi besar. Dapat menyebabkan kerusakan serius pada daerah yang meliputi beberapa ratus kilometer.
Sebagai contohnya, gempa yang terjadi di CHILI pada 22 Maret 1960 berkekuatan 9.8 skala richter yang mengakibatkan kerusakan yang amat parah sehingga banyak korban yan berjatuhan, sehingga gempa ini juga disebut gempa valvida karena gempa terdahsyat yang pernah terjadi di dunia.

Bencana alam bisa datang kapan saja tanpa kita duga, bisa besok, lusa, atau mungkin sekarang juga. Dampak bencana juga sangat merugikan lingkungan termasuk kehidupan manusia juga, maka diperlukan pengetahuan untuk menghadapi bencana  supaya tidak menimbulkan kerugian yang begitu besar, kegiatan ini disebut mitigasi bencana. Begitu juga kita harus melakukan sesuatu yang tepat sesaat dan sesudah terjadinya bencana terjadi agar kita bisa melakukan sesuatu yang tidak merugikan kita sendiri dan orang yang berada di sekitar kita, yaitu adaptasi bencana.
                                                                                  
Sebelumnya, kita akan mempelajari tentang tanda-tanda yang terjadi sebelum bencana gempa bumi, yaitu:
*      Kerap terjadi getaran-getaran kecil yang terjadi
*      Adanya kegelisahan pada hewan, seperti burung yang terbang ke sana kemari
*      Binatang seperti semut dan rayap yang gelisah
*      Ikan di samudra pasifik yang muncul ke permukaan laut
*      Kadangkala air tanah keruh dan bau
*     Munculnya awan gempa yang biasanya berbentuk angin tornado, binatang, pohon yang berdiri. Awan yang bentuknya aneh itu terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan hebat dari dasar bumi, sehingga gelombang elektromagnetis tersebut 'menghisap' daya listrik di awan, oleh karena itu bentuk awannya jadi seperti tersedot ke bawah. Gelombang elektromagnetis berkekuatan besar itu sendiri terjadi akibat adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi. Tapi belum tentu juga kalau ada awan seperti itu di langit berarti akan ada gempa. Bisa saja memang bentuknya seperti itu.
 
 
*      Suara TV yang agak brebet-brebet dan siaran TV terganggu
*      Mesin fax yang lampunya blinking meski tidak ada data masuk
*      Lampu neon yang nyala meski tidak ada arus listrik
*      Hasil cetakan faximile berantakan ( idak jelas dan tidak terbaca)

Beberapa tanda yang terjadi ketika terjadi tsunami yang diakibatkan gempa diantaranya adalah laut yang tiba-tiba menyurut serta burung laut yang terbang dengan kecepatan tinggi ke arah daratan.





Berikut hal yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah bencana gempa bumi.
*      Hal yang harus dilakukan sebelum gempabumi:
1.       Mengenali apa yang disebut gempabumi
2.       Perhatikan bahwa struktur dan letak rumah anda dapat terhindar dari bahaya gempabumi, jika bisa merenovasi rumah anda agar lebih kuat
3.       Kenali lingkungan tempat anda bekerja
4.       Belajar melakukan P3K
5.       Belajar menggunakan alat pemadam kebakaran
6.       Catat nomer telepon penting yang dapat dihubungi
7.       Persiapan rutin pada tempat anda bekerja dan tinggal
8.       Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang aman
9.       Selalu mematikan air, gas dan listrik jika tidak perlu
10.   Atur benda yang berat berada di bagian bawah
11.   Menyediakan kotak P3K, senter, radio serta makanan suplemen dan air
12.   Pemetan daerah rawan gempa
13.   Adanya aturan tentang pembangunan
14.   Pembuatan jalur-jalur evakuasi serta rambu-rambu bencana
15.   Latihan simulasi penyelamatan diri
16.   Memperkenalkan dan menerapkan asuransi bencana di daerah rawan bencana

*      Hal yang dilakukan Saat terjadi gempabumi
1.       Lindungi badan adan kepala anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja dsb (cari tempat yang paling aman)
2.       Lari keluar apabila masih bisa dilakukan
3.       Jika berada diluar bangunan, hindarilah bangunan yang ada disekitar anada
4.       Perhatikan tempat anda berpijak, hindari apabla ada retakan tanah
5.       Keluar, turun dan menjauh dari mobil untuk menghindari terjadinya pergeseran atau kebakaran
6.       Jauhi pantai untuk mengindari bahaya tsunami
7.       Hindari daerah yang mungkin terkena longsoran
*      Hal yang dilakukan setelah terjadi gempabumi
1.       Keluarlah dari bangunan tempat anda berlindung dengan tertib
2.       Jangan gunakan lift
3.       Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K
4.       Telepon atau mintalah pertolongan apabila ada yang terluka parah
5.       Periksa lingkungan sekitar anda
6.       Periksa apabila ada kebakaran
7.       Periksa apabila terjadi kebocoran gas
8.       Periksa apabila terjadi hubungan arus pendek
9.       Periksa aliran dan pipa air
10.   Periksa apbila ada hal-hal yang membahayakan
11.   Jangan memasuki bangunan yang telah terkena gempa
12.   Jangan berjalan di sekitar daerah gempa
13.   Mendengarkan informasi
14.   Mengisi angket yang telah diberikan oleh instansi terkait
15.   Jangan panik dan berdoalah pada yang diatas








Inilah dampak-dampak dari bencana Gempa Bumi 
















Dampak gempabumi pada alam



Dampak gempabumi terhadpa struktur bangunan



Gempabumi menyebabkan kebakaran


Gempabumi menyebabkan gunung meletus

Gempabumi menyebabkan Tsunami